E-Learning Study

Home » Kisah Ku

Kisah Ku

EDISI – 8

Pada tahun 1998 bulan juli, keributan dan suara tembakan semakin menjadi-jadi, dan kondisi semakin tidak aman, 20130210_083436terutama kejadian penembakan secara massa yang dilakukan oleh pata TNI di simpang PT.KKA Aceh utara. Telah membuat pandangan msyarakat dunia tertuju terhadap aceh, begitu selesai ujian tanpa menunggu hasil ujian, sang ibu pun membawa saya dan adek berangkat ke lhokseumawe. Dan sebelum langsung kami singgah di rumah kos kak bibi di banda aceh. Begitu sampai di terminal banda aceh, sang ibu pun mengajak kami makan di sebuah rumah makan, sehingga kami bertiga pun menikmati makan pagi dengan nikmatnya, tetapi tiba-tiba afni berujar,… jeh ayamnya jatuh mak… seraya tertawa dan tersenyum saya pun berujar, ternyata ayam yang sudah di goreng pun masih hidup ya……… sang ibu pun tertawa dengan lepasnya. Disaat itu lah walaupun kondisi keamanan di aceh tidak kondusif, tetapi kami masih bisa melepaskan senyum dan tertawa dengan lepas. (Read More)


EDISI – 7

Hidup yang bergairah dan penuh rasa kasih sayang serta keharmonisan itulah keluarga harapan. Kami sekeluarga 20130209_170009sangat gembira dengan rutinitas kehidupan kami, hingga suatu waktu pun rasanya berlalu begitu cepat dan matahari pun terbit dari ufuk timur dan terbenam keufuk barat. Suatu hari saya beserta kakak dan adik saya membuat kesalahan yang sangat fatal, karena kami bermain dalam tanaman terong di ladang, sehingga membuat tanaman tersebut patah dan mati, akibat dari itu membuat sang bapak marah besar dan kami pun di pukuli oleh sang bapak sampai memar, lalu sang bapak pun marah-marah tak karuan sehinggu muncul pertanyaan dari sang bapak. Kalian ini memang tak punya akal dan pikiran, apa kalian tidak tau ya … gimana capeknya merawat tanaman dan membesarkannya. Dasar anak ngak tau untung, kalian lahir dari mana… jawab…! ujar sang bapak sambil kayu yang dipegang untuk memukuli kami. (Read More)


EDISI – 6

Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan, serta tahun pun ikut berganti, hingga saat itu 20150113_182228saya duduk di kelas 2 SLTP dan Kak Bibi duduk di kelas 3 SLTP Negeri Kuala Batee, dimana hari itu ada pengumuman bahwasannya akan ada perpisahan anak-anak kelas 3 ke bukit lawang yang terletak di propinsi sumatera utara, yang teak terlalu jauh bila di tempuh melalui kota tapak tuan, singkil dan subussalam, kakak ku Abibi pun ingin ikut kesana saat itu, tapi tak berani minta izin, begitu juga dengan diriku yang pingin ikut, dengan ongkos waktu itu ditetapkan oleh sekolah kami sebesar Rp. 75.000,-, kembali kami berdua tak berani mmebicarakan ini dengan kedua orang tua kami, sehingga dengan tekad yang bulat kami kembali membuka celengan kami yang selama ini kami tabung dibawah pohon kelapa di belakang rumah, setelah kami buka ternyata mencukupi buat kami ikut acara perpisahan tersebut. (Read More)


EDISI – 5

Waktu pun terus berlalu, hingga suatu hari cut linda pindah sekolah yang saat itu aku duduk di kelas 5. Beliau IMG_2641pindah ke bandung ikut kedua orang tuanya yang pindah tugas ke kota dingin tersebut. Aku dan teman-teman sangat merasa kehilangan terutama aku yang saat itu dekat dengan nya, tapi apa boleh buat suatu pertemuan pasti akan ada perpisahan. Tapi kami tidak terus merasa kehilangan,, aku bersama teman-teman terus bersemangat belajar untuk menyongsong EBTANAS kelulusan tingkat sekolah dasar. (Read More)


EDISI – 4

Hari berganti, waktu pun berlalu akhirnya saat pagi itu aku sangat cepat berangkat kesekolah, tetapi wanita cantik 20130210_144408yang manis itu sudah berada dikelas, aku pun langsung bertanya padanya tanpa canggung.. hai…. apa dah selesai pekerjaan rumah yang diberikan bu siti… ? sembari tersenyum dia menjawab sudah, kalo kamu.. tanya nya sebaliknya.. saya pun canggung dan menggeleng sambil menjawab belum nih… bingung saya mau gambar apa….? sambil membuka buku gambar, aku pun mencoba mencoret-coret apa saja yang ada dalam pikiran ku, aku pun terkaget tiba-tiba dia berada di sebelah ku sambil berkata.. gambar pemandangan aja… seperti tersentak aku pun mulai berfikir ternyata benar juga ide dari nya. (Read More)


EDISI – 3

20130210_083436Deburan ombak, suara burung camar tak lagi bisa ku dengar selama satu tahun, sekarang aku tidak tinggal lagi di tepi laut, tinggal di tepi gunung dan sungai yang dikelilingi dengan hutan lebat yang tepat berada di depan sekolah ku. Kadang ku berfikir akan kah lari gunung di kejar…?

Berdetak jantung begitu keras, bak sekeras hati ku untuk selalu bisa mencapai cita-cita ku harus naik kelas, ku pandang gunung, ku telusuri tepi sungai, rebahkan badan ku di tengah jalan saat kenderaan yang lalu lalang sepi, memandang langit yang jauh nun diatas sana sambil merasakan hangat nya aspal jalan yang ada di depan sekolah ku, serta sambil berniat ku harus bisa ……. (Read More)


EDISI – 2

Suatu ketika disaat deburan ombak pantai yang menepi dengan membawa segumpal buih dan sekumpulan sampah Syang dilemparkan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab, di iringi dengan nyanyian burung camar di senja hari serta angin senja yang sepoi-sepoi, terdengar suara dalam rumah ku.

Ibu : bapak… besok ibu dipindahkan ke kota lama inong kuala batee oleh dinas pendidikan dan kebudayaan jadi ibu kena di desa blang dalam pada SD 1 Blang Dalam Kuala Batee.

Ayah : ya kita pindah kan tidak terlalu jauh tuh buat kita pindah.. tapi apa ada disediakan rumah dinas disana… (dengan suara yang agak sedikit serak ayah ku menjawab)

Ibu : ada pak…

Bapak : baik lah, kalo gitu malam ini kita bilang ma anak-anak kalo kita akan pindah ke bang dalam. Dan segera kita kemasi barang-barang kita agar tidak ada yang tertinggal. (Read More)


EDISI – 1

Propinsi Aceh, begitu lah sebutan yang selalu di katakan oleh khalayah masyarakat yang ada di indonesia, nuh jauh diujung barat sebuah kabupaten aceh selatan, kenapa….? dikarenakan aceh20130209_180836 ini berada dibagian barat selatan pada peta pulau aceh.

Aceh selatan yang ibu kota kabupaten nya tapak tuan ini begitu indah dengan pemandangan alamnya seperti laut, gunung, ladang dan sawah. Tapi apa…….! semua nya terlena dengan keindahan alamnya. Aceh selatan terdiri dari beberapa kecamatan dimana salah satu nya bernama kecamatan susoh, yang lebih dikenal oleh khalayak aceh pada masa dulu yaitu tempat para kumpulan melayu, dikarenakan mereka hampir rata-rata menggunakan bahasa melayu (padang) begitulah. Terletak di tepi pantai nan indah. (Read More)


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: